Kamis, 27 Maret 2008

Jaringan Komputer

Teknologi Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.

Konsep Dasar WLAN

Teknologi Wireless LAN menjadi sangat popular saat ini di banyak applikasi. Setelah evaluasi terhadap teknologi tersebut dilakukan, menjadikan para pengguna merasa puas dan meyakini realiability teknologi ini dan siap untuk digunakan dalam skala luas dan komplek pada jaringan tanpa kabel.

Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio. Sinyal radio menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi, Line of Sight dan Obstructed LOS. Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.

Awalnya teknologi ini didesain untuk aplikasi perkantoran dalam ruangan, namun sekarang Wireless LAN dapat digunakan pada jaringan peer to peer dalam ruangan dan juga point to point diluar ruangan maupun point to multipoint pada aplikasi bridge.

Wireless LAN di desain sangat modular dan fleksibel. Jaringan ini juga bisa di optimalkan pada lingkungan yang berbeda. Dapat mengatasi kendala geografis dan rumitnya instalasi kabel.


Metode IP Address VLSM

IP address (Internet Protocol) adalah alamat logika yang diberikan kepada perangkat jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP dimana protocol TCP/IP digunakan untuk meneruskan packet informasi (routing) dalam jaringan LAN, WAN dan internet. IP address dibuat untuk mempermudah dalam pengaturan atau pemberian alamat pada perangkat jaringan agar perangkat tersebut dapat saling berkomunikasi. Seluruh perangkat jaringan memiliki MAC address (Media Access Control) yang berbeda-beda terdiri dari 12 digit bilangan hexadecimal (exm : 00:3f:1a:55:b4) yang dikeluarkan oleh masing-masing vendor.

Hal ini adalah sebagai interface atau media komunikasi antara NIC dengan PC dalam suatu jaringan yang bekerja pada layer 2 (datalink), namun MAC address tidak fleksibel jika digunakan sebagai alamat internet protocol, MAC address akan selalu berubah secara otomatis mengikuti perubahan atau pergantian NIC yang rusak, ini akan menimbulkan permasalahan dalam alamat logic, dengan diterapkannya IP address maka hal tersebut dapat diatasi, meskipun MAC address yang dimiliki NIC berubah dengan IP address yang sama tetap dapat digunakan pada seluruh NIC apapun jenis dan vendornya. Jadi penggunaan IP address memberikan kemudahan dalam network management system.


Positioning MPLS

MPLS pada mulanya ditargetkan untuk pelanggan Service Provider; tetapi saat ini perusahaanperusahaan sudah mulai tertarik untuk penerapan teknologi ini. Dokumen ini dapat diterapkan untuk perusahaan besar yang memiliki jaringan seperti Service Provider pada area berikut ini :

  • Size/ukuran besarnya jaringan
  • Menawarkan “internal services” untuk department yang berbeda dalam perusahaan

Mematikan Komputer Dari Jarak Jauh

Project yang kita buat adalah untuk mematikan komputer dari jarak jauh melalui remote ssh dan telnet semua ini dilakukan didalam jaringan yang terkoneksi. Laporan ini tidak mengungkap secara detail tentang dasar-dasar jaringan karena sudah pernah dibuat dan sudah banyak yang membuatnya diharapkan para pembaca sudah menguasai teknik-teknik jaringan sederhana.

Konsep untuk mematikan komputer ini sangatlah sederhana hal-hal yang diperlukan hanyalah dua buah komputer yang terkoneksi melalui jaringan LAN maupun internet dan mempunya IP addressnya masing-masing. Selanjutnya masing-masing komputer diberikan service telnet ataupun ssh sebagai server yang aktif.

Setelah terkoneksi untuk mematikan komputer pun tidak sulit karena hanya dibutuhkan beberapa baris command yang mudah. Oleh karena itu marilah kita lihat lebih jauh lagi bagaimana cara untuk mematikan komputer melalui service ssh maupun telnet.


Voice over Internet Protocol (VoIP)

Protocol Voice over IP (VoIP) secara umum dibagi 2 bagian, yaitu control/signaling dan data voice. Control VoIP adalah trafik yang berfungsi untuk menghubungkan dan menjaga trafik yang sebenarnya yaitu berupa data voice. Juga menjaga seluruh operasi jaringan (router to router communications). Dikenal juga dengan istilah Packet Signalling. Data Voice adalah trafik user berupa informasi yang disampaikan end-to-end yang dikenal juga sebagai Packet Voice.

VoIP menggunakan IP sebagai “basic transport”. Di layer Transport, VoIP menggunakan TCP dan UPD over IP.

Community Broadcasting – Jaringan Informasi Rakyat Pedesaan


Pada saat kita gembar-gembor meng-TI-kan bangsa Indonesia menuju knowledge based society. Sering kali kita lupa bahwa >80% bangsa Indonesia berpendidikan hanya Sekolah Dasar & 85% bangsa Indonesia berada di pedesaan. Mereka semua berhak untuk memperoleh informasi (termasuk harusnya berekspresi & berinteraksi – komunikasi dua arah). Dalam logika sederhana, rasanya tidak mungkin terlalu berharap rakyat kecil di pedesaan & yang berpendidikan tidak terlalu tinggi (sebagian hanya SD saja) untuk dapat berkiprah dalam dunia informasi & pengetahuan yang berbasis komputer & Internet.

Bagaimana cara yang paling effisien untuk berinteraksi dengan rakyat pedesaan tersebut? Melalui koran masuk desa? – berapa persen bangsa ini yang bisa membaca koran; statistik BPS menunjukan 20-30% tenaga kerja tidak pernah sekolah SD & sebagian tidak lulus SD! Dan ini jumlahnya jutaan. Dengan kualitas SDM demikian bagaimana mungkin mereka membaca? Media tanpa membaca tampaknya akan jauh lebih effisien dibandingkan media baca-tulis. Artinya cara yang paling effisien dan murah untuk memberdayakan bangsa ini kemungkinan adalah melalui media suara-gambar seperti radio & TV yang lebih mudah di cerna bagi mereka yang tidak berpendidikan atau berpendidikan SD saja.

Jika diperhatikan media elektronik radio & TV keduanya menggunakan gelombang radio. Peralatan penerima radio yang harganya bisa mencapai beberapa ribu / puluh ribu saja tampaknya cukup terjangkau lah bagi rakyat di pedesaan. Sekarang masalah yang ada tinggal alokasi frekuensi di udara Indonesia – urusan bisa seru karena benda satu ini merupakan sumber daya alam yang “terbatas”. Di Indonesia udara umumnya identik dengan sarana transportasi udara – rupanya di jaman millenium baru ini udara juga merupakan media transportasi informasi yang tidak kalah strategisnya dengan sarana transportasi yang dibuat Pak Habibie.

Kalau kita merefer ke UUD’45 pada dasarnya sumber daya alam yang strategis bagi kehidupan bangsa Indonesia seperti tanah, tambang termasuk udara dikuasasi negara. Pertanyaannya selanjutnya negara itu siapa? Apakah MPR? Apakah DPR? Apakah badan eksekutif? Apakah operator? Apakah penyelenggara radio siaran? Bagaimana mapping antara Negara ke Rakyat. Disini barangkali kunci utamanya – kalau kita melihat semangat yang terkandung UU’36/99 bidang telekomunikasi tampak sekali bahwa Negara di map kepada rakyat dalam bentuk badan usaha; artinya tidak ada lagi monopoly operator seperti Telkom & Indosat. Mungkinkah hal ini terjadi di dunia siaran radio & TV? – artinya bukan hanya pengusaha besar saja yang yang bisa membuat peralatan radio dengan kekuatan pancar 100Kwatt – tapi harusnya rakyat kecil di pedesaan dimudahkan untuk membuat pemancar-pemancar siaran dengan kekuatan 10Watt saja.

Bagi anda yang anggota ORARI, saya yakin dapat membuat pemancar berkekuatan 10 Watt dalam waktu 1-2 hari saja apalagi dengan modulasi AM di band MW & SW. Rangkaian pemancar kelas 10 watt-an ini sangatlah sederhana, untuk memberikan sekedar gambaran saya sertakan contoh rangkaian pemancar yang di kembangkan beberapa teman amatir radio untuk Low Power AM & FM yang dapat dibuat sendiri dengan dana kurang Rp. dari satu (1) juta saja. Kalau anda cukup pandai, sebetulnya dapat dibuat dengan biaya sekitar Rp. 250.000 / pemancar.

Bayangkan dampaknya jika dimungkinkan dibangun radio-radio pemancar kecil (kelas 10 Watt-an) dipedesaan yang di operasikan oleh masyarakat itu sendiri. Kira-kira mirip lah dengan konsep koperasi di dunia ekonomi – konsep radio masyarakat (community radio) akan merupakan terobosan yang luar biasa di dunia informasi elektronik dalam rangka memberdayakan bangsa dari sisi informasi & pengetahuan. Dengan radio masyarakat yang kecil, mandiri dan terdistribusi – masyarakat bisa saling belajar melalui radio tersebut karena memang dibangun dan di operasikan oleh masyarakat desa tersebut. Barangkali identik dengan konsep balai desa tempat masyarakat berkumpul – hingga pembinaan karang-karang taruna secara elektronik melalui radio yang dioperasikan oleh karang taruna tersebut. Yang perlu ditekankan konsep radio masyarakat (public broadcasting) sifatnya tidak merupakan komunikasi satu arah yang represif tapi merupakan komunikasi dua arah juga yang interaktif diantara masyarakat pedesaan tersebut. Jadi betul-betul dari raykat, oleh rakyar, untuk rakyat. Kontrol kualitas dapat dilakukan secara kolektif oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya akan lebih seru lagi cerita ini jika dimungkinkan dibangun jaringan radio masyarakat. Semua ini Insya Allah memungkinkan konsep bottom-up community based development dapat terbentuk sehingga pembangunan dapat berjalan secara mandiri dan sustainable.

Jika kita semua setuju dengan konsep pemberdayaan infromasi / pengetahuan rakyat melalui konsep community radio. Tinggal masalah selanjutnya adalah masalah alokasi frekuensi yang “notabene” dikuasai negara. Negara yang mana? Mari kita lihat lebih lanjut beberapa konsep / pola fikir dibawah ini.

Dalam dunia komersial kita mengenal yang namanya market development / marketing. Marketing dalam bahasa sederhananya merupakan sedekah untuk memperoleh rizki yang lebih besar lagi. Bahkan pada tingkat negara yang besar alokasi dana untuk pembangunan masyarakat tidak sedikit, sekarang ini banyak dana-dana bantuan grant (bukan utang luar negeri) dari luar negeri melalui berbagai lembaga seperti CIDA, USAID, DAAD, AUSAID, JICA. Sederhananya mereka melakukan sedekah dari keuntungan yang mereka keruk selama ini dari Indonesia – tidak ada satu grant dari luar negeripun yang lebih besar dari keuntungan yang mereka keruk dari Indonesia. Dapat dijamin bahwa negara yang diuntungkan oleh Indonesia dijamin akan menyisihkan sedikit dana berbentuk grant untuk membangun komunitas / masyarakat Indonesia.

Hal yang hampir mirip terjadi di bidang pertanahan - saat ini dikenal konsep Land reform – dimana dalam sebuah wilayah ada pendudukan tanpa ijin oleh kelompok rakyat kecil secara ilegal – oleh negara hal ini kemudian di legalkan secara hukum melalui land reform untuk kepentingan rakyat kecil itu sendiri.

Hal yang sama bisa juga sebetulnya di anologikan di duna informasi elektronik dalam hal ini alokasi frekuensi. Memang saya akui bahwa frekuensi dilihat sebagai komoditi yang sangat strategis. Alokasi frekuensi memang terbatas; sama dengan tanah juga terbatas – akan tetapi bukan berarti bahwa semua alokasi frekuensi hanya bisa dipakai oleh “the haves” / konglomerat / operator telekomunikasi – sudah selayaknya ada alokasi frekuensi untuk bangsa kita di daerah perdesaan yang bisa membangun pemancar radio-nya sendiri. Mungkinkah kita melakukan frekuensi reform seperti hal-nya land reform. Berikan alokasi frekuensi untuk comnunity radio di daerah dengan daya pancar kecil 10watt-an misalnya. Sama hal-nya dengan land reform, tidak seluruh frekuensi yang ada diberlakukan frekuensi reform – cukup pada frekuensi broadcast terutama mungkin di MW & SW yang teknologinya relatif rendah untuk komunikasi satu arah dalam wilayah terbatas. Untuk komunikasi dua arah digunakan frekuensi CB & ORARI. Kemudahan ijin perlu dipikirkan dengan memberikan koridor teknologi dan sebaiknya tanpa pembebanan fee lisensi yang tinggi.

Pada hari ini Internet dengan jumlah pengguna ratusan ribu masih berat untuk memberdayakan daerah khususnya daerah terpencil. Saya yakin bagi Indonesia dunia informasi elektronik khususnya radio & TV masih merupakan media alternatif bagi pemberdayaan rakyat terutama di daerah di samping koran. Mudah-mudahan konsep community radio / public broadcasting ini dapat menjadi alternatif solusi bagi pemberdayaan bangsa kita menuju “knowledge based society”.



Senin, 24 Maret 2008

info

Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta
Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan didukung Departemen
Pendidikan Nasional, Departemen Hukum dan HAM serta Kementerian Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara akan menggelar perhelatan open source
nasional bertajuk "Indonesia, Go Open Source!" (IGOS) Summit 2. IGOS
Summit 2 ini digelar untuk menunjukkan komitmen pemerintah akan
pentingnya pemanfaatan perangkat lunak legal yang terjangkau
masyarakat melalui pengukuhan kembali komitmen setiap Departemen dan
Kementerian Negara yang hadir dalam mendukung gerakan IGOS. Dalam
kegiatan ini juga akan dilaksanakan seminar/talkshow, kompetisi serta
produk-produk open source. Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan
pada tanggal 6-7 Mei 2008 bertempat di Jakarta City Center (JaCC)
lantai 2. Dalam acara ini juga akan dikukuhkan kembali komitmen
Departemen serta Kementerian Negara Republik Indonesia dalam mendukung
gerakan IGOS.

Untuk informasi selengkapnya mengenai IGOS Summit 2 dapat dilihat
melalui situs resmi: http://summit. foss-id.web. id

Mari kita bersama-sama turut berpartisipasi aktif menyemarakkan dan
mensukseskan IGOS Summit 2 untuk menunjukkan kemandirian bangsa dengan
kreativitas tanpa batas.

informasi

Pemindahan Jardiknas dari PKLN ke Pustekkom

Pada akhir 2007, kami memperoleh informasi yang cukup mengagetkan. Dengan alasan TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi), program Jardiknas tidak boleh berada di Biro PKLN, tetapi harus berada di Pustekkom.

Perintah pemindahan juga telah turun dari Mendiknas, dan berkali-kali LG meminta pemindahan anggaran secepatnya dilakukan. Malah, beberapa program kami yang “berbau” Jardiknas juga diminta sekaligus.

Perlu saya informasikan, bahwa di Biro PKLN ada sebuah Bagian yang bernama Bagian Sistem Informasi, dimana salah satu tupoksi pada sub bagian pengembangan sistem adalah mengembangkan sistem informasi pada Departemen Pendidikan Nasional, juga selain Jardiknas, kami memiliki sebuah program yang bernama Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Karena efisiensi anggaran, memang beberapa program kerja kami padukan antara Jardiknas dan Dapodik. Misalnya untuk sosialisasi, monitoring dan evaluasi. Termasuk program pendamping ICT.

Nah, kalau anggaran kami yang berbau IT diambil semua, maka sekalian saja bubarkan Bagian Sistem Informasi pada Biro PKLN…

Namun, perintah tetap perintah, akhirnya sebagian besar anggaran PKLN, utamanya Jardiknas dipindahkan ke Pustekkom. Kami sebagai pelaksana dituntut untuk “legowo” menghadapi hal tersebut.

Atas perintah kepala Biro, kami mulai mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pemindahan ini. Termasuk rencana diskusi dengan tim internal Pustekkom agar proses pemindahan dapat berlangsung secara mulus.

Bukankah Jardiknas ini milik kita bersama ?

Namun, disisi lain, Pustekkom harus melihat kronologis pengembangan Jardiknas ini. Jangan menganggap Jardiknas hanyalah sebuah program “biasa” yang dijalankan berdasarkan anggaran tahunan belaka. Jangan cuman melihat besarnya anggaran yang ada pada program ini (padahal, 100% anggaran itu untuk lelang, bukan swakelola), tapi lihatlah bagaimana persiapan yang harus dilakukan agar program Jardiknas ini yang telah mulai dinikmati oleh anak bangsa dapat tetap eksis dan tidak terpengaruh dengan pemindahan “kekuasaan” yang terjadi.

Kami telah menawarkan solusi yang terbaik…mari kita bentuk tim bersama…dijalankan dalam waktu 1 (satu) tahun, dimana waktu 1 tahun ini kami anggap cukup untuk mempelajari segala pernak dan pernik permasalahan dan pengembangan Jardiknas yang ada.
Kami yakin dan percaya, dengan kerjasama yang baik, sebagai sesama abdi masyarakat, kita dapat mempermulus terjadinya transfer of knowledge ini.

Namun, hasil pertemuan kemarin sudah mematahkan semangat ini. Kalimat “menggampangkan” proses pemindahan dengan langsung menetapkan 3 (tiga) bulan, dimana 1 April langsung ditetapkan seluruh resiko adalah tanggungan Pustekkom menurut saya amat sangat tidak bijaksana sekali.

GANTI ALAMAT DRIVER HARDDISK

MENGGANTI ALAMAT DRIVE HARDDISK

Untuk mengganti alamat drive (tip ini berguna jika lebih dari 2 partisi drive di hardisk komputer kamu. caranya gampang kok. ikuti aja langkah-langkah ini :

  • Klik Start
  • Kemudian Control Panel
  • Performance and Maintenance (WinXP)
  • Administrative Tools
  • Computer Management > Management > kemudian klik kanan partisi hardisk yang ingin di ganti alamatnya lalu pilih dan klik Change Drive Letter And Paths
    Kemudian klik Change
  • Langkah selanjutnya tentukan alamat drive yang kamu inginkan kemudian Klik OK aja.

Dari sini anda bisa memformat, menambah, menghapus atau hanya merubah alamat partisi harddisk anda.

tips keamanan wireless

TIPS KEAMANAN WIRELESS

Saat ini banyak orang yang mulai memasang jaringan komputer nirkabel di rumah mereka (wireless home network) yang mana bisa segera digunakan oleh mereka untuk terhubung ke internet. Contohnya si xxxxx, karyawan salah satu perusahaan TI telah berlangganan akses internet ADSL melalui Telkom Speedy.Agung membeli modem ADSL yang dilengkapi pula dengan fasilitas wireless atau Wi-Fi. Dia membeli model itu karena dia memiliki dua buah komputer di rumahnya, sebuah laptop dan desktop PC. Semuanya telah dilengkapi dengan Wi-Fi card dan dia menginginkan semuanya terhubung ke internet melalui access point yang dia buat sendiri. Selain itu Agung juga memiliki sebuah PDA yang mana terkadang dia perlu akses ke internet dari PDA nya ketika dia di rumah. Tepatlah jika ia membangun access point di rumahnya sendiri.Tetapi masalah selalu saja muncul. Sudah amankah jaringan nirkabel atau access point yang dia buat? Jangan-jangan di sebelah rumah ada hacker yang mengintip data Anda atau juga malah ikut menikmati akses internet dengan gratis. Untuk itu melalui tulisan kali ini akan disajikan beberapa tips yang berhubungan dengan jaringan nirkabel di rumah Anda.Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.Aktifkan enkripsiSemua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.Ganti SSID defaultAccess point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.Aktifkan MAC Address filteringSetiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.Matikan broadcast dari SSIDDalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-FiSaat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-alamat IP yang fix tadi.Pikirkan lokasi access point atau router yang amanSinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakanAturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.
Referensiabout.com - Bradley Mitchell - Top 8 Tips for Wireless Home Network Security

sumber: http://cs.uad.ac.id/riadi/2006/04/01/tips-keamanan-wireless/